Cara Menanam dan Merawat Bunga Miana yang Benar

Cara Menanam dan Merawat Bunga Miana yang Benar

Coleus Atropurpureus dengan nama latin Plectranthus scutellarioides atau biasa disebut dengan Bunga Miana atau Bunga Iler di Indonesia merupakan tanaman hias jenis daun. Tanaman ini dibudidayakan karena keindahan warna daunnya yang sangat memikat mata. Bunga Miana memiliki sebutan yang berbeda - beda tiap daerah. Di Sunda, bunga ini biasa disebut Bunga Jawek Kotok yang berbeda dengan Palembang yang menyebutnya Bunga Adong - Adong. Bunga Miana memiliki ragam jenis seperti Miana lidah api, Miana lidah merah, Miana matahari, Miana urat merah, Miana ekor naga merah, Miana ekor naga kuning dan masih banyak lagi sesuai warna daunnya. Pada umumnya, Menanam dan Merawat semua jenis Bunga Miana itu sama. Berikut merupakan Cara Menanam  dan Merawat Bunga Miana yang Benar.

Cara Menanam dan Merawat Bunga Miana yang Benar

1. Pembibitan

Untuk mendapatkan bibit Bunga Miana dapat melalui biji, Stek Batang atau jika belum memiliki bunga miana dapat membeli secara online kemudian diperbanyak sendiri. Tips jika membeli Bunga Miana secara online yaitu pilih ekspedisi yang cepat dan segera tanam pada media yang telah disiapkan apabila sudah sampai. Setelah itu, bunga dapat diperbanyak melalu metode biji maupun metode Stek Batang.

A. Menanam Bunga Miana dari Biji

Menanam Bunga Miana melalui biji membutuhkan waktu cukup lama. Namun, tanaman akan memiliki perakaran serabut yang kuat dan lebih tahan penyakit. Mari simak langkah - langkah dalam menanam Miana melalui biji.

1. Siapkan Media Tanam. Media tanam yang digunakan bisa berupa pot yang berisi tanah lembut ditambah sedikit sekam yang sudah lapuk atau cocopeat sebagai penunjang tumbuhnya tunas daun lebih cepat.
2. Taburkan Biji di Atas Tanah. Biji atau benih Bunga Miana dapat ditabur di atas media yang sudah disiapkan. Masukkan 3 sampai 5 benih dalam 1 pot. Setelah ditaburkan, tutup benih dengan tanah tetapi jangan terlalu dalam karena pertumbuhannya memerlukan sinar matahari.
3. Siram Tanah dengan Air Secukupnya. Penyiraman bertujuan agar menjaga kondisi tanah dengan lembab. Namun, jangan sampai air dalam kondisi menggenang karena akan menyebabkan benih menjadi mati. Cukup siram sedikit air sekali dalam sehari.
4. Simpan dalam Ruangan yang Tidak Terkena Cahaya Matahari Langsung. Sinar matahari langsung dapat menyebabkan tanah menjadi cepat kering dan keras. Akibatnya benih yang ditanam akan kehilangan air dan mati.
5. Pindahkan ke Tempat dengan Sinar Matahari yang Cukup. Tunas daun akan muncul dalam waktu seminggu hingga 20 hari setelah penanaman. Apabila sudah muncul tunas, benih dapat dipindahkan ke tempat dengan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya terjaga. Siram benih setiap hari agar Bunga Miana tetap hidup.

B. Menanam Bunga Miana dengan Metode Stek Batang

Metode Stek Batang lebih umum digunakan dalam memperbanyak tanaman Bunga Miana. Waktunya yang relatif cepat dan caranya yang mudah, menjadi alasan kebanyakan orang memilih Stek Batang daripada metode biji.

1. Potong Batang yang Akan Digunakan dalam Stek. Dalam mengambil batang, pastikan batang yang digunakan adalah dewasa dengan panjang 5cm sampai 15cm tergantung dari jenis Bunga Miana. Sisakan daun hanya pada bagian pucuk agar nutrisi tetap terjaga. Cara memotong batang yakni dengan posisi lancip kebawah.
2. Tanam Bagian yang Lancip ke Dalam Tanah. Media yang digunakan dalam proses stek dapat berupa tanah yang ditambahkan sekam lapuk atau cocopeat atau bahkan dapat hanya menggunakan air saja. Tujuan menanam bagian yang lancip yakni agar pertumbuhan akar menjadi cepat dan lebih luas dalam menjangkau nutrisi. 
3. Siram Tanaman Secara Rutin. Pada awal proses stek, Bunga Miana akan layu karena kehilangan nutrisi. Untuk menjaga nutrisi tetap tersedia, pastikan tanah selalu dalam kondisi lembab. Bunga Miana hasil stek akan tumbuh akar pada hari ke-3.
4. Jauhkan dari Sinar Matahari Langsung. Bunga Miana hasil stek masih memerlukan perhatian khusus seperti tanah yang selalu lembab dengan tujuan segera muncul akar. Walaupun Bunga Miana akan kehilangan warna khasnya karena tidak mendapat sinar matahari, setidaknya dapat bertahan hidup hingga muncul akar.
5. Pindahkan ke Sinar Matahari Langsung Apabila Sudah Tumbuh Akar. Dengan tumbuhnya akar, menandakan Bunga Miana dapat tumbuh dengan baik. Memindahkannya ke tempat dengan sinar matahari yang baik, akan semakin merangsang pertumbuhan tunas daun baru dan pembentukan warna pada daun.

2. Perawatan

Bunga Miana tergolong ke dalam tanaman yang mudah tumbuh tanpa memerlukan perhatian khusus. Namun, agar Bunga Miana dapat tumbuh dengan baik diperlukan beberapa perawatan. Perawatan Bunga Miana meliputi pemberian pupuk, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit. 

A. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk pada Bunga Miana sebenarnya tidak bersifat wajib. Itu karena Bunga Miana dapat hidup dengan baik sama seperti tanaman hias seperti kamboja. Namun, dengan pemberian pupuk, Bunga Miana akan tumbuh lebih subur dan lebat. Pupuk Bunga Miana sendiri yang umum adalah pupuk NPK dan pupuk organik.

1. Pupuk NPK. Pupuk NPK merupakan pupuk Anorganik yang mengandung unsur Nitrogen sehingga tanah menjadi subur dan baik bagi pertumbuhan Bunga Miana. Pupuk NPK dapat diberikan sebulan sekali dengan cara ditaburkan.
2. Pupuk Organik. Pupuk organik dapat berasal dari kotoran hewan dan pelapukan daun. Pemberian pupuk organik dapat dilakukan ketika menyiapkan media tanam yakni dengan menambahkan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 4 dari volume media. Hindari memberikan pupuk organik yang berusia baru karena dapat membuat Bunga Miana menjadi mati. Simpan selama 1 bulan agar dapat digunakan dengan baik.

B. Pemangkasan

Pemangkasan Bunga Miana sangat penting dilakukan agar menjaga Bunga Miana tetap indah dan tumbuh dengan baik. Pemangkasan Bunga Miana terdiri dari pemangkasan akar, pemangkasan daun, pemangkasan batang dan pemangkasan bunga.

1. Pemangkasan Akar. Pemangkasan akar dilakukan apabila Bunga Miana ditanam di dalam pot. Akar Bunga Miana merupakan akar serabut. Akar Bunga Miana dapat tumbuh cepat dan lebat. Namun, akar yang lebat justru akan menghambat pertumbuhan Bunga Miana. Untuk itu diperlukan pemangkasan akar agar Bunga Miana tidak terganggu pertumbuhannya.
2. Pemangkasan Daun. Pemangkasan Daun dilakukan dengan memotorng tunas daun yang tumbuh ke atas. Tujuan dari pemangkasan ini yakni daun Bunga Miana dapat tumbuh menyamping tidak ke atas. Dengan demikian, Bunga Miana akan cepat lebat dan rimbun. Selain memangkas tunas daun yang tumbuh ke atas, daun yang kering juga perlu dipangkas supaya keindahan daun Bunga Miana tidak terganggu.
3. Pemangkasan Batang. Pemangkasan batang yaitu memotong bagian batang yang kering atau terkena penyakit agar tidak menular ke bagian lain. Bagian batang yang baik, dapat ditanam dengan metode Stek Batang.
4. Pemangkasan Bunga. Pemangkasan bunga sangat disarankan untuk dilakukan karena keindahan Bunga Miana tidak terletak pada bunganya melainkan pada daunnya.

C. Pengendalian Hama Penyakit

Hama penyakit yang menyerang Bunga Miana adalah serangga, ulat dan jamur. Umumnya bagian yang diserang adalah akar, batang dan daun. Untuk mengatasi hama penyakit pada Bunga Miana berikut penjelasannya.

1. Serangga dan Ulat. Serangga dan Ulat menyerang daun Bunga Miana itu sendiri. Untuk mengatasi serangga dan ulat dapat menggunakan Insektisida Agrimec dan Curacron yang dapat dibeli di toko obat.
2. Jamur. Jamur menyerang bagian akar dari Bunga Miana. Akar yang rusak dapat menyebar hingga ke batang yang mengakibatkan daun menjadi layu. Untuk mengatasi jamur dapat diberikan obat Fungisida.

3. Manfaat Bunga Miana

Selain menjadi tanaman hias, Bunga Miana masih memiliki banyak sekali kegunaan. Manfaat dari daun Bunga Miana seperti obat penyakit bisul, obat penyakit wasir, obat demam, obat batuk dan masih banyak lagi. 

1. Obat Penyakit Bisul. Caranya yaitu dengan membakar daun Bunga Miana di atas api sebentar saja jangan sampai terbakar. Setelah itu, letakkan daun Bunga Miana di tempat munculnya bisul.
2. Obat Penyakit Wasir. Caranya yaitu rebus sekitar 20 daun Bunga Miana yang sudah dibersihkan. Saring air rebusan dan dinginkan. Setelah dingin, air rebusan dapat diminum sebagai obat penyakit wasir.
3. Obat Demam. Caranya hampir sama seperti obat penyakit wasir. Namun, yang digunakan adalah batang dan daun Bunga Miana.
4. Obat Batuk. Untuk mengobati batuk, daun Bunga Miana direbus sama seperti sebelumnya. Setelah dingin, minum air rebusan secukupnya. Daun Bunga Miana dapat mengurangi dahak yang berada di dalam tenggorakan.

4. Tips Merawat Bunga Miana

Bunga Miana memang tanaman hias yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan. Namun, agar tanaman dapat rimbun diperlukan beberapa teknik dalam merawatnya. Terutama terhadap sinar matahari. Daun Bunga Miana sangat sensitif terhadap sinar Matahari.

1. Berikan Sinar Matahari Cukup pada Bunga Miana. Daun Bunga Miana memiliki warna yang berbeda pada tiap jenisnya. Warna tersebut dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari yang diterima. Untuk itu, pastikan Bunga Miana memperoleh sinar matahari yang cukup agar warna daun tetap terjaga. Apabila kekurangan cahay matahari, warna daun Bunga Miana dapat memudar dan kembali berwarna hijau layu.
2. Tanam Stek Batang Lebih dari Satu dalam Satu Pot. Tujuannya yakni agar pot bisa cepat rimbun ketika Bunga Miana Tumbuh. Namun, dengan banyak Bunga Miana dalam satu pot,nutrisinya juga harus tercukupi agar semuanya dapat tumbuh.
3. Fokus pada Daun Bunga Miana. Keindahan Bunga Miana terletak pada daunnya. Untuk itu, bagian seperti akar dan bunga lebih baik diminimalkan sehingga keindahan daun Bunga Miana dapat terbentuk.

Seperti itu Cara Menanam dan Merawat Bunga Miana yang Benar. Apabila artikel ini bermanfaat dapat dibagikan kepada orang lain karena berbagi itu merupakan sebuah kebaikan.

Baca Juga : Cara Menanam Anggur dari Biji